Tidak kurang dan tidak lebih. Tidak megurangi dan tidak menambahi.

Posts tagged ‘bicara’

24 Etika Seorang Muslim #16 : Etika Bertamu

Untuk orang yang Mengundang:

1. Hendaknya ia mengundang orang-orang yang bertaqwa, bukan orang yang fasik. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah kamu bersahabat kecuali dengan seorang Mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa.” (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

2. Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan orang-orang fakir. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Seburuk-buruk makanan adalah makanan pengantinan (walimah), karena yang diundang hanya orang-orang kaya tanpa orang-orang fakir.” (Muttafaq ’alaih). (lebih…)

Iklan

24 Etika Seorang Muslim #15 : Etika Makan Dan Minum

1. Berupaya untuk mencari makanan dan minuman yang halal. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah : 172). Yang baik disini artinya adalah yang halal.

2. Hendaklah makan dan minum yang Anda lakukan diniatkan agar dapat beribadah kepada Allah, agar Anda mendapat pahala dari makan dan minum Anda itu. (lebih…)

24 Etika Seorang Muslim #14 : Etika Berdoa

1. Terlebih dahulu sebelum berdoa hendaknya memuji kepada Allah kemudian bershalawat kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam pernah mendengar seorang lelaki sedang berdoa di dalam shalatnya, namun ia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya, “Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang shalat. Apabila kamu telah selesai shalat, lalu kamu duduk, maka pujilah Allah dengan pujian yang layak bagiNya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdoalah.” (HR. At-Turmudzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

2. Mengakui dosa-dosa, mengakui kekurangan (keteledoran diri) dan merendahkan diri, khusyu’, penuh harapan dan rasa takut kepada Allah di saat Anda berdoa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera di dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ : 90). (lebih…)

24 Etika Seorang Muslim #12 : Etika Di Masjid

1. Berdoa di saat pergi ke masjid. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu beliau menyebutkan, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam apabila keluar (rumah) untuk pergi shalat (ke masjid) beliau berdoa,

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا, وَ اجْعَلْ فِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا, وَ اجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا, وَ اجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا, اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا.

“Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, dan cahaya pada lisanku, dan jadikanlah cahaya pada pendengaranku dan cahaya pada penglihatanku, dan jadikanlah cahaya dari belakangku, dan cahaya dari depanku, dan jadikanlah cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, anugerahilah aku cahaya. (Muttafaq ’alaih).

2. Berjalan menuju masjid untuk shalat dengan tenang dan khidmat. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda, “Apabila shalat telah diiqamatkan, maka janganlah kamu datang menujunya dengan berlari, tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan. Maka apa (bagian shalat) yang kamu dapati, ikutilah, dan yang tertinggal, sempurnakanlah.” (Muttafaq ’alaih). (lebih…)

24 Etika Seorang Muslim #8 : Etika Berbicara

1. Hendaknya pembicaran selalu di dalam kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia.” (QS. An-Nisa’ : 114).

2. Hendaknya seseorang berbicara dengan suara yang dapat didengar, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah, ungkapannya jelas, dapat difahami oleh semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksa-paksakan. (lebih…)