Tidak kurang dan tidak lebih. Tidak megurangi dan tidak menambahi.

Posts tagged ‘tidur’

24 Etika Seorang Muslim #12 : Etika Di Masjid

1. Berdoa di saat pergi ke masjid. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu beliau menyebutkan, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam apabila keluar (rumah) untuk pergi shalat (ke masjid) beliau berdoa,

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا, وَ اجْعَلْ فِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا, وَ اجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا, وَ اجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا, اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا.

“Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, dan cahaya pada lisanku, dan jadikanlah cahaya pada pendengaranku dan cahaya pada penglihatanku, dan jadikanlah cahaya dari belakangku, dan cahaya dari depanku, dan jadikanlah cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, anugerahilah aku cahaya. (Muttafaq ’alaih).

2. Berjalan menuju masjid untuk shalat dengan tenang dan khidmat. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda, “Apabila shalat telah diiqamatkan, maka janganlah kamu datang menujunya dengan berlari, tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan. Maka apa (bagian shalat) yang kamu dapati, ikutilah, dan yang tertinggal, sempurnakanlah.” (Muttafaq ’alaih). (lebih…)

24 Etika Seorang Muslim #1 : Etika Tidur dan Bangun

1. Introspeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan jika sebaliknya, maka hendaknya segera memohon ampunanNya, kembali dan bertaubat kepadaNya.

2. Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari Aisyah Radhiallahu ‘Anha, “Bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan shalat (sunnah).” (Muttafaq ‘alaih). (lebih…)